Saturday, October 27, 2018

Kang Kenong dan PKH

Kang Kenong dan PKHKang Kenong adalah second cousin atau Bahasa Jawanya mindoanku di Kabupaten Blitar ini. Aku tidak pernah mengetahui nama aslinya, yang kuketahui cuma nama parabannya itu, Kang Kenong.

Kang Kenong bekerja sebagai tenaga honorer pada sebuah Sekolah Dasar di desa kami. Beliau terkadang juga membantu Kantor Desa jika diminta kantor itu untuk menyampaikan surat-surat untuk penduduk Desa Kamulan kami. Apakah Kang Kenong berprofesi ganda sebagai Carik?. Hahahaha, tentu saja tidak. Dia tetaplah seorang pesuruh.

Kemarin lusa kami sempat bertemu. Kang Kenong bercerita bahwa dia memperoleh dana bantuan PKH dari pemerintah saat ini. PKH atau Program Keluarga Harapan memang menjadi salah satu program pengentasan kemiskinan dari rezim Jokowi.

"Lumayan Mit, bisa bantu dapur tetep ngebul," cerita Kang Kenong dengan wajah sumringah.

"Tapi diminta sama dinas 40%," lanjutnya.

Tentu saja aku terkejut. Dinas mana yang berani menyunat jatah Kang Kenong hingga 40%?. Paling tidak Kang Kenong dinaungi oleh Dinas Pendidikan dan Kantor Desa. Namun aku tidak tega untuk menanyakan lebih jauh.

Duh, nasibmu Kang Kenong.....

Blitar, 20 Maret 2018
Saat Merenung di Tengah Sawah

(gambar milik pixabay.com)

No comments:

Post a Comment

Best Entry

Cah Ndeso

Seorang sahabat di Norwegia membeli novelku GENGGAMLAH TANGANKU. Aku bingung karena novel itu berbahasa Indonesia. Katanya, tidak masalah, d...