Saturday, March 25, 2017

10 Cara Handal Mendapatkan Modal Usaha


Salah satu pertanyaan yang paling sering saya dapatkan sebagai mentor bagi seorang enterpreneur pemula adalah, "Bagaimana cara mencari modal untuk memulai bisnis saya?" .Saya selalu menjawab bahwa tidak ada sihir, dan bertentangan dengan mitos populer, tidak ada yang akan menjadi malaikat dan membuang uangnya pada Anda hanya karena Anda memiliki ide bisnis baru dan menarik.

Di sisi lain, ada banyak pilihan kreatif yang tersedia untuk memulai sebuah bisnis yang mungkin tidak Anda temukan ketika membeli mobil, rumah atau barang konsumsi lainnya. Jika Anda memiliki keinginan untuk menjadi seorang enterpreneur, saya mendorong Anda untuk berpikir serius tentang masing-masing pilihan, sebelum Anda gagal pada satu atau dua cara, dan benar-benar kecewa jika cara itu tidak bekerja untuk Anda.

Tentu saja, setiap alternatif memiliki kelebihan dan kekurangan, jadi salah satu yang diberikan mungkin tidak available atau menarik bagi Anda. Misalnya, investor profesional menempatkan prioritas besar pada pengalaman Anda sebelumnya dalam membangun bisnis, dan mereka tentunya berharap untuk memiliki sebagian dari ekuitas bisnis dan kontrol untuk modal yang mereka berikan. Ini sulit bagi seorang enterpreneur pemula yang terjun dalam bisnis pertama kali.

Oleh karena itu, pertanyaan tentang apakah Anda memenuhi syarat untuk pendanaan itu, dan apakah Anda mudah menyerah dalam mengubah ide impian Anda menjadi bisnis yang realistis dan layak menjadi kenyataan?. Berikut ini adalah daftar dari 10 sumber pendanaan yang paling umum saat ini, dalam urutan prioritas terbalik, disertai dengan beberapa aturan praktis untuk fokus Anda:

10 Mencari Pinjaman Bank Atau Kartu Kredit

Secara umum, cara ini kecil kemungkinannya untuk berhasil untuk npemain baru kecuali Anda memiliki sejarah kredit yang baik atau aset yang Anda tempatkan sebagai agunan. Di Indonesia, Anda mungkin dapat mendapatkan uang tunai dari institusi Usaha Kecil, Mikro dan Menengah (UMKM), tanpa persyaratan cadangan normal.

9 Menukarkan Ketrampilan Atau Jasa Untuk Bantuan Awal

Hal ini paling sering disebut barter keterampilan atau sesuatu yang Anda miliki untuk sesuatu yang Anda butuhkan. Sebuah contoh, Anda menegosiasikan ruang kantor gratis dengan menyetujui untuk mendukung sistem komputer untuk semua penyewa kantor lainnya. Contoh lainnya adalah pertukaran ekuitas untuk bantuan hukum dan akuntansi.

8 Menegosiasikan Uang Muka Kepada Mitra Strategis Atau Pelanggan

Cari pelanggan utama, atau bisnis yang dapat dimulai secara gratis, seseorang yang melihat suatu nilai dalam ide Anda, dan bahwa mereka bersedia untuk memberikan uang muka pembayaran royalti untuk menyelesaikan pembangunan usaha bisnis Anda. Variasi pada tema ini termasuk perjanjian lisensi awal atau perjanjian white-labelling.

7 Bergabung Pada Inkubator Atau Akselerator

Organisasi seperti UMKM di Indonesia, sangat populer hari-hari ini, dan sering dikaitkan dengan universitas besar, organisasi pengembangan masyarakat, atau bahkan perusahaan besar. Kebanyakan menyediakan sumber daya bebas untuk memulai usaha, termasuk fasilitas kantor dan konsultasi, tetapi mereka banyak memberikan dana awal juga.

6 Mintalah Investor Modal Usaha

Carilah investor profesional, seperti Accel Partners, yang menginvestasikan uang kelembagaan di usaha awal yang berkualitas, biasanya dengan model bisnis yang sudah terbukti menghasilkan, dan siap untuk skala yang cukup layak. Mereka biasanya mencari peluang besar, bisnis yang membutuhkan beberapa juta dolar atau lebih, dengan tim yang terbukti dapat diharapkan hasilnya. Carilah pengenalan hangat untuk mendapatkan modal dengan cara ini.

5 Ajukan Permohonan Pada Kelompok Investor Lokal

Sebagian besar wilayah metropolitan memiliki kelompok individu lokal berpenghasilan tinggi yang tertarik untuk mendukung usaha Anda, dan bersedia melakukan sindikasi sebesar sampai dengan satu juta dolar untuk usaha awal yang berkualitas. Gunakan platform online, diantaranya seperti Gust , dan jaringan lokal untuk menemukan orang-orang yang berhubungan dengan industri yang Anda kerjakan dengan passion.

4 Memulai Kampanye Funding Online

Ini adalah sumber pendanaan terbaru, di mana setiap orang dapat berpartisipasi sesuai dengan aturan JOBS, seperti dicontohkan oleh situs online seperti Kickstarter. Di sini orang membuat janji online untuk usaha awal Anda selama kampanye, untuk pre-buy produk dengan pengiriman kemudian, memberikan sumbangan, atau medapatkan hadiah seperti T-shirt.

3 Mengajukan Permohonan Hibah Untuk Usaha Kecil

Ini adalah dana pemerintah yang dialokasikan untuk mendukung teknologi baru dan masalah-masalah penting, seperti pendidikan, obat-obatan dan kebutuhan sosial. Tempat yang baik untuk mulai mencari di Indonesia adalah situs-situs UMKM. Proses ini panjang, tetapi tidak dikenakan biaya ekuitas apapun.

2 Ungkapkan Kebutuhan Anda Pada Teman Dan Keluarga

Sebagai aturan umum, investor profesional akan berharap bahwa Anda telah memiliki komitmen dari sumber ini untuk menunjukkan kredibilitas Anda. Jika teman-teman Anda dan keluarga tidak percaya pada Anda, jangan berharap orang luar untuk mempercayai Anda. Ini adalah sumber utama dana non-personal untuk modal usaha tahap awal.

1 Modal Sendiri

Saat ini, biaya untuk memulai bisnis adalah cukup kecil, lebih dari 90 persen usaha awal dibiayai sendiri (juga disebut bootstrapping). Mungkin butuh waktu sedikit lebih lama untuk menyimpan uang sebelum bisnis Anda mulai tumbuh dan berkembang secara organik, namun keuntungan adalah bahwa Anda tidak harus menyerahkan setiap saham atau kontrol kepada orang lain. Bisnis Anda adalah milik Anda sendiri.

Anda dapat melihat disini bahwa semua pilihan pendanaan ini memerlukan kerja dan komitmen Anda secara sungguh-sungguh, sehingga tidak ada sihir atau uang gratis. Setiap keputusan pendanaan adalah tradeoff kompleks antara biaya jangka pendek, jangka panjang dan paybacks, serta rasa memiliki dan kontrol.

Dengan banyaknya pilihan yang tersedia, tidak ada alasan untuk tidak mewujudkan impian Anda dalam bisnis menjadi nyata sebagai seorang enterpreneur.

Diterjemahkan Dari Tulisan Martin Zwilling

No comments:

Post a Comment

Best Entry

Cah Ndeso

Seorang sahabat di Norwegia membeli novelku GENGGAMLAH TANGANKU. Aku bingung karena novel itu berbahasa Indonesia. Katanya, tidak masalah, d...