Saturday, March 25, 2017

10 Cara Handal Mendapatkan Modal Usaha


Salah satu pertanyaan yang paling sering saya dapatkan sebagai mentor bagi seorang enterpreneur pemula adalah, "Bagaimana cara mencari modal untuk memulai bisnis saya?" .Saya selalu menjawab bahwa tidak ada sihir, dan bertentangan dengan mitos populer, tidak ada yang akan menjadi malaikat dan membuang uangnya pada Anda hanya karena Anda memiliki ide bisnis baru dan menarik.

Di sisi lain, ada banyak pilihan kreatif yang tersedia untuk memulai sebuah bisnis yang mungkin tidak Anda temukan ketika membeli mobil, rumah atau barang konsumsi lainnya. Jika Anda memiliki keinginan untuk menjadi seorang enterpreneur, saya mendorong Anda untuk berpikir serius tentang masing-masing pilihan, sebelum Anda gagal pada satu atau dua cara, dan benar-benar kecewa jika cara itu tidak bekerja untuk Anda.

Tentu saja, setiap alternatif memiliki kelebihan dan kekurangan, jadi salah satu yang diberikan mungkin tidak available atau menarik bagi Anda. Misalnya, investor profesional menempatkan prioritas besar pada pengalaman Anda sebelumnya dalam membangun bisnis, dan mereka tentunya berharap untuk memiliki sebagian dari ekuitas bisnis dan kontrol untuk modal yang mereka berikan. Ini sulit bagi seorang enterpreneur pemula yang terjun dalam bisnis pertama kali.

Oleh karena itu, pertanyaan tentang apakah Anda memenuhi syarat untuk pendanaan itu, dan apakah Anda mudah menyerah dalam mengubah ide impian Anda menjadi bisnis yang realistis dan layak menjadi kenyataan?. Berikut ini adalah daftar dari 10 sumber pendanaan yang paling umum saat ini, dalam urutan prioritas terbalik, disertai dengan beberapa aturan praktis untuk fokus Anda:

10 Mencari Pinjaman Bank Atau Kartu Kredit

Secara umum, cara ini kecil kemungkinannya untuk berhasil untuk npemain baru kecuali Anda memiliki sejarah kredit yang baik atau aset yang Anda tempatkan sebagai agunan. Di Indonesia, Anda mungkin dapat mendapatkan uang tunai dari institusi Usaha Kecil, Mikro dan Menengah (UMKM), tanpa persyaratan cadangan normal.

9 Menukarkan Ketrampilan Atau Jasa Untuk Bantuan Awal

Hal ini paling sering disebut barter keterampilan atau sesuatu yang Anda miliki untuk sesuatu yang Anda butuhkan. Sebuah contoh, Anda menegosiasikan ruang kantor gratis dengan menyetujui untuk mendukung sistem komputer untuk semua penyewa kantor lainnya. Contoh lainnya adalah pertukaran ekuitas untuk bantuan hukum dan akuntansi.

8 Menegosiasikan Uang Muka Kepada Mitra Strategis Atau Pelanggan

Cari pelanggan utama, atau bisnis yang dapat dimulai secara gratis, seseorang yang melihat suatu nilai dalam ide Anda, dan bahwa mereka bersedia untuk memberikan uang muka pembayaran royalti untuk menyelesaikan pembangunan usaha bisnis Anda. Variasi pada tema ini termasuk perjanjian lisensi awal atau perjanjian white-labelling.

7 Bergabung Pada Inkubator Atau Akselerator

Organisasi seperti UMKM di Indonesia, sangat populer hari-hari ini, dan sering dikaitkan dengan universitas besar, organisasi pengembangan masyarakat, atau bahkan perusahaan besar. Kebanyakan menyediakan sumber daya bebas untuk memulai usaha, termasuk fasilitas kantor dan konsultasi, tetapi mereka banyak memberikan dana awal juga.

6 Mintalah Investor Modal Usaha

Carilah investor profesional, seperti Accel Partners, yang menginvestasikan uang kelembagaan di usaha awal yang berkualitas, biasanya dengan model bisnis yang sudah terbukti menghasilkan, dan siap untuk skala yang cukup layak. Mereka biasanya mencari peluang besar, bisnis yang membutuhkan beberapa juta dolar atau lebih, dengan tim yang terbukti dapat diharapkan hasilnya. Carilah pengenalan hangat untuk mendapatkan modal dengan cara ini.

5 Ajukan Permohonan Pada Kelompok Investor Lokal

Sebagian besar wilayah metropolitan memiliki kelompok individu lokal berpenghasilan tinggi yang tertarik untuk mendukung usaha Anda, dan bersedia melakukan sindikasi sebesar sampai dengan satu juta dolar untuk usaha awal yang berkualitas. Gunakan platform online, diantaranya seperti Gust , dan jaringan lokal untuk menemukan orang-orang yang berhubungan dengan industri yang Anda kerjakan dengan passion.

4 Memulai Kampanye Funding Online

Ini adalah sumber pendanaan terbaru, di mana setiap orang dapat berpartisipasi sesuai dengan aturan JOBS, seperti dicontohkan oleh situs online seperti Kickstarter. Di sini orang membuat janji online untuk usaha awal Anda selama kampanye, untuk pre-buy produk dengan pengiriman kemudian, memberikan sumbangan, atau medapatkan hadiah seperti T-shirt.

3 Mengajukan Permohonan Hibah Untuk Usaha Kecil

Ini adalah dana pemerintah yang dialokasikan untuk mendukung teknologi baru dan masalah-masalah penting, seperti pendidikan, obat-obatan dan kebutuhan sosial. Tempat yang baik untuk mulai mencari di Indonesia adalah situs-situs UMKM. Proses ini panjang, tetapi tidak dikenakan biaya ekuitas apapun.

2 Ungkapkan Kebutuhan Anda Pada Teman Dan Keluarga

Sebagai aturan umum, investor profesional akan berharap bahwa Anda telah memiliki komitmen dari sumber ini untuk menunjukkan kredibilitas Anda. Jika teman-teman Anda dan keluarga tidak percaya pada Anda, jangan berharap orang luar untuk mempercayai Anda. Ini adalah sumber utama dana non-personal untuk modal usaha tahap awal.

1 Modal Sendiri

Saat ini, biaya untuk memulai bisnis adalah cukup kecil, lebih dari 90 persen usaha awal dibiayai sendiri (juga disebut bootstrapping). Mungkin butuh waktu sedikit lebih lama untuk menyimpan uang sebelum bisnis Anda mulai tumbuh dan berkembang secara organik, namun keuntungan adalah bahwa Anda tidak harus menyerahkan setiap saham atau kontrol kepada orang lain. Bisnis Anda adalah milik Anda sendiri.

Anda dapat melihat disini bahwa semua pilihan pendanaan ini memerlukan kerja dan komitmen Anda secara sungguh-sungguh, sehingga tidak ada sihir atau uang gratis. Setiap keputusan pendanaan adalah tradeoff kompleks antara biaya jangka pendek, jangka panjang dan paybacks, serta rasa memiliki dan kontrol.

Dengan banyaknya pilihan yang tersedia, tidak ada alasan untuk tidak mewujudkan impian Anda dalam bisnis menjadi nyata sebagai seorang enterpreneur.

Diterjemahkan Dari Tulisan Martin Zwilling

Friday, March 24, 2017

Sertifikasi Juru Dakwah / Da'i


Sejumlah status bersliweran di dinding fesbukku. Beberapa diantaranya menghujat dengan keras ide pemerintah untuk sertifikasi juru dakwah. Ada kesan bahwa banyak orang menganggap ide itu berlebihan. Saya sendiri belum memeriksa kebenaran berita itu, apakah pemerintah memang berkehendak menetapkan sertifikasi kepada kader-kader dakwah?.

Jauh-jauh hari sebelumnya, sekitar tiga bulanan yang lalu, seorang teman, doktor dalam bidang psikologi industri, membuka sebuah trit di grup mengenai keresahannya terhadap maraknya juru dakwah yang tampil di tengah masyarakat tanpa dasar ilmu agama (Islam) yang memadai. Eksesnya banyak, yang paling menonjol adalah maraknya radikalisasi dan intoleransi di kalangan ummat Islam.

Mbak Doktor itu kemudian mengajukan sebuah ide untuk memberikan semacam sertifikasi kepada juru dakwah. Tentunya karena melihat dan merasakan sendiri bagaimana akibatnya bila pendakwah karbitan yang tidak cukup matang ilmunya dengan sangat percaya diri "membina" ummat. Dan Mbak Noor memang tidak bersendiri dalam hal ini. Banyak orang merasakan hal yang sama.

Di akhir diskusi dalam grup fesbuk itu, ujung-ujungnya banyak peserta diskusi meng-amin-i ide dari Mbak Doktor tersebut. Sertifikasi juru dakwah adalah sangat diperlukan. Dalam tubuh Muhammadiyah, hanya untuk menyebut salah satu saja, NU dan yang lainnya tentu juga mempunyai mekanisme dengan tujuan yang sama, ada lembaga yang dikenal dengan nama PUTM (Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah). Lembaga pendidikan da'i seperti inilah yang boleh dibilang lulusannya mempunyai "sertifikasi".

Sebagai akhir, saya hanya ingin menyatakan bahwa ide sertifikasi juru dakwah ini bukanlah sesuatu yang sama sekali baru dan mengada-ada. Banyak anggota masyarakat yang sudah memikirkan masalah ini sejak lama.

Dari Sebuah Sudut Rumah.
Yogyakarta, Awal Februari.

photograph by Astungkara Wiguna

Thursday, March 23, 2017

Berteman Di Dunia Maya


Hubungan antar manusia adalah sesuatu yang menarik dibahas. Hubungan itu tidak hanya melibatkan fisik tetapi juga emosi. Saat ini, dimana era informatika sedang berlangsung, hubungan antar manusia menjadi berkurang intensitasnya secara fisik. Orang lebih suka menjalin hubungan dengan orang lain melalui sosial media. Memang ada perbedaan besar jika kita berinteraksi di dunia maya dengan berinteraksi di dunia nyata.

Ada ekses negatif dalam bergaul di dunia maya. Namun ekses positifnya juga tidak kalah penting. Kita dapat berkomunikasi dengan seorang sahabat yang tinggal di seberang lautan sana tanpa bertatap muka. Kita bahkan dapat munumpahkan keluh kesah kita pada seseorang yang secara fisik tidak pernah kita temui. Tentusaja ada ekses negatif yang bisa terjadi. Acapkali kita menjumpai penipuan dengan cara semacam ini.

Realistis

Dalam berinteraksi di dunia maya, kita mesti tetap realistis. Artinya, kita tetap sadar bahwa teman kita itu adalah relasi di dunia maya. Dia sama sekali bukan teman nyata kita, sekalipun orangnya ada. Selain itu juga perlu diperhatikan bahwa banyak sekali pelaku dunia maya menggunakan nama palsu atau nama samaran. Jadi tetaplah berfikir bahwa mereka teman, tapi teman di dunia maya. Tentunya hal ini akan mempengaruhi pola hubungan antara Anda dan teman Anda itu.

Hati Hati Dalam Berteman Di Dunia Maya

Sangat wajar jika kita berhati-hati dalam bergaul dengan teman di dunia maya itu. Penipuan di dunia maya sudah sering terdengar. Akan sangat menyenangkan bila Anda dapat melakukan pertemuan fisik dengan teman Anda itu. Anda bisa menilai dan membandingkannya dengan penampilannya ketika berperan di dunia maya. Terlalu hati-hati juga tidak disarankan, sebaiknya kita memang tetap waspada . Kesadaran bahwa teman kita itu hanya teman di dunia maya itu saja sudah cukup banyak membantu.

Bersiaplah Untuk Terkejut

Ini adalah hal yang paling menarik sekaligus barangkali mendebarkan. Anda bermaksud untuk bertemu dengan teman di dunia nyata. Tentunya setelah berinteraksi di dunia maya. Dan dari hasil berkomunikasi serta berinteraksi di dunia maya itu, anda ingin menjumpainya di dunia nyata. Tentunya akan ada banyak distorsi ketika bergaul di dunia maya. Dan anda ingin melihat bagaimana keadaan sesungguhnya. Maka bersiap-siaplah untuk terkejut. Anda akan menemui beberpa kenyataan bahwa kesan yang anda temui di dunia maya berbeda dengan ketika betemu di dunia nyata. Seorang teman yang demikian menyenangkan di dunia maya, bisa jadi adalah seorang yang tidak banyak berbicara di dunia nyata. Dan masih banyak yang lainnya.

Saya tentunya sudah mengalami hal semacam ini beberapa kali. Betapa berbedanya kesan yang kita dapatkan ketika berinteraksi secara maya. Seseorang yang terkesan begitu perhatian dan suka mendengarkan ternyata memonopoli pembicaraan ketika kita bertemu di warung untuk kopi darat. Anda akan menjumpai hal-hal unik lainnya tentu saja

Wednesday, March 22, 2017

Kronik


Dalam acara Bedah Buku-ku kemarin, Mas Wahyu Harjanto mengatakan bahwa novelku sangat kronik, sangat sejarah. Dalam kesempatan yang lain beliau mengatakan bahwa apabila aku menjadi historian, pasti akan ngedab-ngedabi, itu istilah beliau.

Aku belum terlalu jelas mengenai apakah yang dimaksud dengan kronik. Mestinya artinya memang bisa dilacak lewat KBBI, tapi aku memang belum ingin mencari maksud istilah itu. Aku lebih tertarik untuk meneruskan menulis novel keempatku ini saja. Dengan komen Mas Wahyu itu aku jadi tergerak untuk memberikan latar belakang "sejarah" dalam novelku. Sengaja kuberi tanda petik dalam kata sejarah itu karena barangkali orang tidak sepakat denganku menilai suasana dan situasi pada saat itu. Terbukti dengan beredarnya poster dengan semboyan "PENAK JAMANKU TO?".

Sebenarnya tetap saja masalahnya. Pemaparanku ini tentu akan jauh lebih berwarna apabila aku dulu kuliah di Isipol atau Sastra saja. Namun, seorang teman mengatakan padaku untuk jangan menyesali kuliah di Teknik. Novelku menurutnya berciri "structured" dan "logic". Itu adalah ciri anak Teknik, katanya.


........

........

Saat itu warna kuning identik dengan pembangunan, kemajuan, intelektualitas, dan semua hal yang baik-baik. Rezim yang berkuasa di seluruh Indonesia adalah Orde Baru di bawah kepemimpinan Soeharto, presiden kedua. Organisasi peserta pemilihan umum hanya ada tiga dalam sistim demokrasi yang semu. Semu karena bungkusnya saja yang berbentuk demokrasi, kenyataannya semua hal bergantung pada keputusan Presiden Soeharto, sang penguasa mutlak yang tidak mungkin bisa dibantah, kecuali oleh istrinya sendiri.

Salah satu penyangga kekuasaan Presiden Soeharto adalah Golkar, kependekan dari Golongan Karya, salah satu dari tiga kontestan peserta Pemilihan Umum atau Pemilu yang penuh dengan rekayasa untuk melanggengkan kekuasaan rezim Orde Baru. Bersama dua partai peserta Pemilu yang lain, Partai Persatuan Pembangunan atau PPP dan Partai Demokrasi Indonesia atau lebih dikenal dengan PDI, Golkar mengikuti pesta demokrasi lima tahunan itu. Anehnya, Golkar saat itu tidak mau menyebut diri dan disebut sebagai partai peserta Pemilu. Entah mereka ingin dikenal sebagai apa waktu itu.

Golkar memilih warna kuning sebagai warna bendera dan atribut mereka. Untuk menggiring masyarakat supaya selalu ingat dengan keberadaannya, maka bisa dibilang hampir semua warna pada infrastruktur yang dimiliki oleh pemerintah rezim Orde Baru dipilih menggunakan warna ini. Gedung Balai Desa dan Kantor Desa Kamulan ini juga dicat kuning. Demikian pula bak sampah di ujung desa. Itulah alasannya mengapa minivan yang selalu ditunggu-tunggu oleh Sutarjo kecil juga berwarna kuning cerah.

........

........

(photograph by Emile Gede Seno Aji)

Beasiswa Pekerja Seni


Saat itu ada program beasiswa untuk pekerja seni. Kebetulan pas novel pertama saya selesai dikerjakan. Novel itu rencananya akan saya jadikan port folio persyaratan beasiswa. Dengan riang saya menghubungi guru besar Teknik Mesin yang saya hormati, Prof Dr Ir Indarto DEA untuk memohon rekomendasi beliau. Alhamd beliau menyetujuinya.

Tiba-tiba saya teringat sesuatu, sebagai penderita bipolar, saya merasa perlu untuk mengutarakan maksud saya ini pada psikiater yang merawat saya selama ini. Demikianlah, sebelum waktu kontrol tiba, saya menghadap beliau. Memang tidak ada persyaratan rekomendasi atau keterangan dari psikiater untuk beasiswa pekerja seni itu sesungguhnya.

Ternyata, secara asertif psikiater saya meminta saya untuk mengurungkan niat untuk studi lanjut. Beliau tidak mengijinkan saya mengikuti proses seleksi. Kondisi baru saja menyelesaikan novel pertama dan antusiasme mendapatkan kesempatan sekolah lanjut membuat saya masuk dalam kondisi manik. Itu yang baru saya sadari lama setelah bertemu psikiater itu,

"Kalau seperti ini bagaimana?," demikian asesmen sang psikiater.

Sempat terpikir untuk tetap mengikuti proses seleksi. Hal itu karena persyaratan keterangan psikiater memang tidak ada. Tapi kemudian saya berfikir, psikiater itu pasti melihat sesuatu yang tidak saya lihat dan sadari. Akhirnya saya menulis pesan pendek kepada Profesor Indarto,

"Maaf Pak In, saya tidak jadi memohon rekomendasi Bapak, psikiater saya tidak mengijinkan."

Sedih.

Thursday, March 16, 2017

Has Indonesian Renewable Energy Development Succeded?



style="display:block"
data-ad-client="ca-pub-4264674960579399"
data-ad-slot="2844467428"
data-ad-format="auto">


Indonesia actually has been using renewable energy since long time ago. Evidenced by the many hydro-power and steam in the country. Mere mention of which is Suralaya Steam Power Plant, Paiton Power Plant, Ir Sutami Hydropower and much more. An intriguing question is, to what extent the development of renewable energy progress in this country?.


Suralaya vapor plant is the largest power plant in ASEAN. It has an installed capacity of 3400 MW. The power plant is located in Banten Province. In East Java, a province with a large population, there is Paiton vapor power plant. This power plant has an installed capacity of 800 MW. It serves the electricity demand in East Java, including Madura Island.


A sign that Indonesia has done the utilization of renewable energy is establishing Ir. Sutami Hydropower in Karangkates, a sub-district that lies between the district of Blitar and Malang border. Ir. Sutami Hydropower is the old power plant. Government using its energy since the nineteen sixties.


Indonesian Renewable Energy Progress


One of the development problem in Indonesia is equitable development. During this development is concentrated on the Java Island. Likewise, the development in the field of energy. The government has built a lot of the power plant on Java. Including examples of power plants as I said above. The government is currently trying to tackle the energy gap between Java and other islands.


According to a source, our electrification rate is still 87 percent. There are more than 2600 villages still do not have electricity in Indonesia. Most of them still do not enjoy electricity at all. Most of these problems are in the eastern part of Indonesia. There are six provinces that delayed the construction of electricity. Namely West Nusa Tenggara, East Nusa Tenggara, Papua, West Papua, Maluku and North Maluku. Surely this should begin to think together. Do not let our brothers and sisters in the eastern hemisphere can not enjoy the facilities were accepted by his fellas on western Indonesia.


Government Attention


The government has issued a number of government regulations to regulate and promote the accelerated development of renewable energy. The negative impact of the use of conventional energy is already worrying us all, not just environmentalists. Therefore the government provide a reference for saving oil, gas utilize wisely, optimization of coal for domestic needs and spur the maximum use of renewable energy.


Local and National Politics Bustles


Unfortunately, five to seven recent years, the spirit of it as if lost in the bustles of the local and national politics. Government wants that renewable energy utilization reached 35 percent of national energy needs. In fact, currently only carried 6.8 percent. As a people, I want the atmosphere of politics in Indonesia is getting more conducive to developing. Especially to establish a clear use of renewable energy which is environmentally friendly. Let us unite to better use the energy we have to rebuild the country. Not to broken to pieces that spend energy to hostile with our own relatives.




style="display:block"
data-ad-client="ca-pub-4264674960579399"
data-ad-slot="8073922226"
data-ad-format="auto">


photograph by Iwan J Prasetyo

Monday, March 13, 2017

Pilkada Daerah Khusus Ibukota Jakarta

Pemilihan kepala daerah di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta usai sudah. Sekalipun pemilihan yang berlangsung tanggal 15 Februari 2017 baru pemilihan pada putaran pertama. Karena tidak ada calon yang mencapai perolehan lebih dari 50%, maka Komisi Pemilihan Umum Daerah akan melaksanakan pemilihan putaran kedua. Komisi Pemilihan Umum Daerah Khusus Ibukota Jakarta rencananya akan melaksanakan pemilihan yang kedua itu pada tanggal 19 April 2017. Kira-kira sebulan lagi.

Sambutan Masyarakat Indonesia

Pemilihan Kepala Daerah dan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta memang mendapat sambutan yang sangat antusias. Bukan hanya menarik untuk warga ibukota itu, namun juga menarik bagi seluruh masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan dan domisili. Ada 101 daerah yang mengadakan pemilihan kepala daerah secara serentak, namun pemilihan di Jakarta inilah yang banyak mendapatkan perhatian publik. Daerah yang lainnya seolah sepi-sepi saja.

Penulis tidak mengetahui persis mengapa sambutan seluruh masyarakat Indonesia begitu meriah atas Pemilu di Daerah Khusus Ibukota. Salah satu faktornya barangkali adalah karena sebelumnya Presiden Joko Widodo sendiri yang menjadi Gubernur dan Kepala Daerah di Daerah Khusus Ibukota. Setelah Joko “Jokowi” Widodo memenangkan pemilihan presiden, maka jabatan Gubernur di ibukota otomatis diserahkan kepada Ahok, nama panggilan Basuki Tjahaya Purnama, wakilnya semasa menjadi Gubernur Jakarta.

Perolehan Suara Putaran Pertama

Ada tiga pasangan calon yang mengikuti Pemilihan Kepala Daerah dan Gubernur di Jakarta. Pasangan calon dengan nomor urut satu adalah ex-major Agus Harimurti Yudhoyono dengan wakilnya Sylviana Murni. Pasangan calon kedua adalah incumbent Basuki Tjahaja Purnama, atau masyarakat lebih mengenalnya sebagai Ahok, bersama wakilnya Djarot Saiful Hidayat. Pasangan calon yang terakhir atau ketiga adalah mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan beserta wakilnya, seorang pebisnis besar, Sandiaga Shalahuddin Uno. Penulis tidak mengetahui alasan Presiden Jokowi memecat Anies Baswedan dari posisinya sebagai Menteri.

Hasil perhitungan manual di Komisi Pemilihan Umum Daerah menghasilkan, pasangan Agus-Sylvi mendapatkan 937.955 suara. Suara yang diperoleh oleh incumbent Ahok aka Basuki Tjahaja Purnama bersama Djarot Saiful Hidayat adalah 2.364.577 pemilih. Sedangkan pasangan Anies-Sandy memperoleh suara pemilih sebesar 2.197.333 suara. Dengan hasil itu maka pasangan Agus-Sylvi tereliminasi pada kesempatan pertama. Tersisa dua pasangan kandidat untuk melaju memperebutkan kursi Gubernur Jakarta, yakni Ahok-Djarot dan Anies-Sandy.

Kondisi Usai Pemilihan Pertama

Banyak yang telah terjadi semasa sebelum dan sesudah kampanye. Hingar-bingar demokrasi yang baru saja berkembang di Indonesia menciptakan keadaan yang buruk. Penulis hanya berharap bahwa hal itu tidak akan menjadi tradisi ke depan nanti. Masyarakat Indonesia haruslah menjadi komunitas yang dewasa dan dapat berfikir jernih.

Keadaan buruk itu adalah ketika pendukung pasangan calon, baik tim sukses maupun penggembira melakukan segala macam cara untuk menang. Diantaranya adalah black campaign dan menggunakan isyu suku, ras, agama dan antar golongan. Semua orang sudah tahu bahwa Anies Baswedan adalah Arab dan Ahok aka Basuki Tjahaja Purnama adalah seorang Cina Kristen. Masalah agama adalah sensitif di Indonesia ini, kekristenan Ahok selalu menjadi bulan-bulanan supporter pasangan calon yang lainnya. Olok-olok antara masing-masing pendukung berkembang menjadi serius dan menyedihkan.

Untunglah perundungan itu semakin mereda paska pemilihan putaran pertama 15 Februari 2017. Penulis berharap kondisi yang cukup bersahabat ini akan bertahan sampai pemilihan putaran kedua nanti. Ahok dan Djarot sebagai incumbent sudah membuktikan diri mampu mengelola wilayah dan permasalahannya. Anies dan Sandy sendiri juga belum tentu gagal apabila diserahi tanggung jawab yang sama. Siapapun yang menang, Indonesia harus tetap membangun negeri.

Sunday, March 12, 2017

RM Sosrokartono Healing Ability



style="display:block"
data-ad-client="ca-pub-4264674960579399"
data-ad-slot="6124890621"
data-ad-format="auto">


Perhaps, even in Indonesia, people nowadays haven’t known about RM Sosrokartono.  People have known more about his younger sister RA Kartini which become national heroines for the people of Indonesia. If RA Kartini is well known because of her letter especially to Mrs. Abendanon on Nederland, then RM Sosrokartono had been known by Javanese spiritualism and its monitor.


On formal education, RM Sosrokartono were luckier than his younger sister, RA Kartini. RM Sosrokartono continued his study on Holland which conquered Java at that time, whereas Kartini couldn’t continue her education to higher level because tradition forbid her at that that time. It is a fortune for Indonesian female nowadays as they could attend higher education which is equal with male.


Purpotedly Sosrokarono was a very good looking person. By his female acquaintances in Nederland he had given a nickname ‘de mooi Sos’ which means ‘the handsome Sos’. In Java, RM Sosrokartono is more known as ‘Raden Klungsu’ or ‘Joko Pring’. Klungsu is Javanese word of tamarind seed, and Pring is bamboo. They say, RM Sosrokartono used to bring a stem of yellow bamboo as a stick. His teaching especially were about modestly in all way of life and also about humbleness.


Actually, it is interesting to discuss RM Sosrokartono’s teaching, but I don’t discuss his teaching here. I’m going to tell some unique experiences between my grandfather with RM Sosrokartono.  My grandfather, which I called Eyang Kakung Mohammad had known and had a personal relationship with RM Sosrokartono.


RM Sosrokartono was very well known of his ability in healing diseases in supranatural way. At that time, Eyang Kakung Mohammad was still a student on Bandung. He had an uncle which got very sick in Madura. Eyang Kakung was trying to contact RM Sosrokartono to heal his uncle in supranatural way. Shortly, he could contact RM Sosrokarono. By this prominent figure, Eyang Kakung was given his namecard which had written by Alef letter. The first letter of Arabic alphabet.


Then RM Sosrokartono’s namecard was poured into a glass of water by Eyang Kakung’s family. That water then had drunk by Eyang Kakung’s uncle which was suffering. The next story then turned to miracle, his disease was disappeared. He’s gotten well.


After a long time, Eyang Kakung’s uncle’s disease flared up again. RM Sosrokartono’s namecard had been being looked for and apparently disappeared. As it had been looked for and never been found, Eyang Kakung had been asked by his family to contact RM Sosrokartono again to have a new namecard.


Eyang Kakung had been trying to meet RM Sosrokartono, but he managed to facehindrances. It’s ever that Eyang Kakung tried to meet RM Sosrokartono at his residence, but RM Sosrokartono was gone to another city by chance. It had happened that RM Sosrokartono was at his house but by chance Eyang Kakung had had another affair so he couldn’t meet RM Sosrokartono. It had happened continually till Eyang Kakung’s uncle had died. In Islamic belief, it is indeed that death is one of God’s affairs. None couldn’t hinder if God has intended to pull one’s life out.


There were another interesting experience between my grandfather with RM Sosrokartono. As a healer, RM Sosrokartono had healed a very wealth person. The healed person then gave RM Sosrokarono a stem of gold stick. Then, our figure, as a very modestly person had no desire to have the present. So, he decided to draw the people whom attending his house. The winner would have RM Sosrokartono gold stick. All the people who attended his house could attending the draw, but RM Sosrokartono hadn’t allowed my grandfather to attend the draw. I think that’s interesting. If my grandfather was allowed to attend the draw and won the gold stick, perhaps as his grandson I never had difficulties to finish my study because of its cost….hahaha…




style="display:block"
data-ad-client="ca-pub-4264674960579399"
data-ad-slot="2892222628"
data-ad-format="auto">


photograph byIwan J Prasetyo

Anies and Ahok is Going to Second Round Jakarta Governor Election



style="display:block"
data-ad-client="ca-pub-4264674960579399"
data-ad-slot="2844467428"
data-ad-format="auto">


The first round Province of Jakarta Special Capital Region local elections was over. Although the elections which happened on February 15, 2017 was only the first round election. Because no candidates reached the acquisition of more than 50%, then the Regional General Election Commission would be conducted a second round election. Election Commission of Jakarta Capital City planned to implement the second election on April 19, 2017. About a month again.


Public Enthusiasm


Regional Head and the Governor of Jakarta Special Capital Region election is indeed received a very enthusiastic attention. Not only interesting to residents of the capital, but also appeals to all Indonesian from various backgrounds and domicile. There are 101 areas that hold the local elections simultaneously, but the elections on Jakarta is having a lot of public attention. The other areas seemed deserted.


I don't know exactly why the attention of all Indonesian is so festiving till now on elections on the Special Capital Region. One factor perhaps is because previously the President Joko Widodo itself became Governor and Regional Head in that Special Capital Region. After Joko "Jokowi" Widodo won the presidential election, the post of governor in the capital automatically given to Ahok, the nickname of Basuki Tjahaya Purnama, his deputy as governor of Jakarta.


First Round Vote Acquisition


There were three candidates attending on Jakarta local election. the first pair of candidate was ex-major Agus Harimurti Yudhoyono and his deputy Sylviana Murni. The second candidate was incumbent pair Basuki Tjahaja Purnama, or people more know him as Ahok, with his deputy Djarot Saiful Hidayat. Last pair or third candidate was former Minister of Education and Culture, Anies Baswedan along with his deputy, a large-scale businessman, Sandiaga Salahuddin Uno. I don't know the reason why President Jokowi fired Anies Baswedan from his position as Minister.


The results of manual calculations on Regional Election Commission produces, Agus-Sylvi couple got 937 955 voices. Vote obtained by incumbent Ahok aka Basuki Tjahaja Purnama together with Djarot Saiful Hidayat was 2,364,577. While the pairing Anies-Sandy garner votes amounted to 2,197,333 voices. With that result, Agus-Sylvi eliminated at the first opportunity. The remaining two pairs of candidates lead to contest to be Jakarta Governor, namely as your expect, Ahok-Djarot and Anies-Sandy couples.


Condition After The First Round Election


A lot has happened during before and after the campaign. Frenzied of developing democracy in Indonesia creates a bad situation. I only hope that it will not become a tradition forward later. Indonesian society should be a community of mature and able to think clearly.


Bad condition happened when supporters of all candidates, both successful teams and cheerleaders performed all sorts of ways to win. Among them was the black campaign and using the issues of race, ethnicity, religion and inter-group. Everyone already knows that Anies Baswedan is Arabic and Ahok aka Tjahaja Basuki Purnama is a Christian Chinese . Religion is still a sensitive issue in Indonesia. Ahok Christianity always be the butt of supporter another candidate. The banter between the respective supporter develop into a serious and depressing.


Fortunately, the harassment slighty subsided after the first round February 15, 2017. I myself expect this quite friendly conditions will last until the second round later. Ahok and Djarot as incumbent already proven themselves capable of managing the region and its problems. Anies and Sandy themselves are not necessarily failure if entrusted with the same responsibility. Whoever wins, Indonesian people must continue to build the country.




style="display:block"
data-ad-client="ca-pub-4264674960579399"
data-ad-slot="4570365029"
data-ad-format="auto">


photograph by Emile Gede Seno Aji

Tuesday, March 7, 2017

Mencoba Tidak Menyerah

Saat ini aku tinggal di rumah pamanku. Pamanku memiliki sebuah peternakan ayam layer yang besar di Yogyakarta ini. Bagi yang belum mengenal istilah layer, maka yang dimaksudkan dengan istilah itu adalah ayam petelur. Bayak hal yang menjadi pertimbanganku ketika memutuskan untuk tinggal di Yogyakarta ini. Faktor yang terpenting adalah penerimaan pamanku yang welcome terhadapku. Lebih-lebih dibandingkan dengan penerimaan famili-famili yang lain.

Adalah sangat wajar apabila famili yang lain itu kurang dapat menerimaku. Aku adalah seorang penderita bipolar. Bipolar adalah salah satu jenis gangguan jiwa yang berat. Aku mulai menjadi sufferer gangguan afektif bipolar sejak tahun 2000 yang lalu. Aku mengalaminya ketika masih menjadi mahasiswa Teknik Mesin di Universitas Gadjah Mada. Universitas Gadjah Mada adalah sebuah universitas yang besar di Indonesia ini. Beruntung aku masih dapat lulus dari universitas itu. Sekalipun tentunya dengan nilai-nilai yang minim.

Di rumah pamanku ini aku berusaha untuk belajar bertahan hidup. Hidup, bagaimanapun memerlukan uang. Untuk itu aku melakukan upaya yang aku bisa. Kebetulan akun Google AdSense-ku telah di-approve sejak sekitar tahun 2013. Mungkin tahunnya salah, aku hanya mengandalkan ingatan. Sayangnya dollar yang kukumpulkan belum pernah cair sampai selama itu. Hal ini terjadi karena aku memang belum mempunyai cukup ilmu dan ketrampilan dalam blogging.

Selain itu aku juga menulis novel. Ada tiga judul novel yang telah kutuliskan. Yang pertama adalah Bercanda Dalam Duka, yang kedua adalah Genggamlah Tanganku, dan yang terakhir ini kuberi judul Dua Utas Benang. Novel yang kedua Genggamlah Tanganku memenangkan hadiah ketiga dalam Lomba Sastra Aksara 2016. Lomba ini diprakarsai oleh Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia, Deakin University, Melbourne, Australia dan Lembaga Kajian Humaniora Universitas Negeri Padang beserta Penerbit Angkasa Bandung. Lomba itu didedikasikan kepada salah satu sastrawan Indonesia tempo doeloe, A A Navis. Beliau adalah sastrawan besar pada jamannya. Asalnya dari Sumatera Barat/Padang

Menjadi salah satu pemenang dalam sayembara novel ternyata bukanlah segala-galanya. Artinya membuka pintu kesuksesan. Aku masih kesulitan untuk mendapatkan penerbit bagi karyaku yang pertama dan ketiga. Ada teman yang menyarankan untuk self publishing saja. Kupikir, itu adalah jalan yang terbaik.

Dan hidup terus berjalan.

Monday, March 6, 2017

President Joko "Jokowi" Widodo Political Game



style="display:block"
data-ad-client="ca-pub-4264674960579399"
data-ad-slot="5507611824"
data-ad-format="auto">


I've written here that the popularity of President Joko "Jokowi" Widodo was declining in the country. It happened in the early days of his leadership. The most important factor was caused due to his regime policy issuance. The decision to remove fossil fuel subsidies could cause turmoil in society.


Joko "Jokowi" Widodo regime argued that subsidies to fossil fuel would be used to finance other communities lifelyhoods. So, it was diverted to more important needs and not for mere consumer affairs. Indeed, the term "consumer" on using fossil fuel was problematic as well. Was the transportation of essential goods by land, sea and air can be categorized as "consumptive" ?. Okay, let's leave this discussion beforehand, just assume that the consumption of fossil fuel was consumptive purposes.


People then had forgotten the problem of this rising fossil fuel prices. Though it had been a massive demonstration to oppose it. Demonstration against fossil fuel price hike was not only done by opponents of President Joko "Jokowi" Widodo, but many of them were originally a supporter of the new regime as well.


Amid the political upheaval that happened, it turns out the seventh President of the Republic of Indonesia who was born on June 21, 1961 was seriously carry out his campaign promises. People will remember the promises of skinny body ambitious president to build adequate infrastructure. One thing that was overlooked by his predecessors. Social justice, which maybe formed by equally price of goods in all regions originally was built on the ease of transportation and distribution. That will not happen without an adequate infrastructure of roads, ports and airports.


Building the country, was not enough with good intentions and execute it. Political forces in society also plays a role. Whether it's positive role to build Indonesia more advanced, or the desire for power. Most importantly, we who controlled the country and lead this country, so probably conceived in the minds of the political elite. This makes political stability are indispensable when regime Joko "Jokowi" Widodo wants to realize his ambition.


And Jokowi proved to be a quick learner. Let "the weak" Novanto became Chairman of the Board of Representatives is the proof. Novanto indeed face problems himself. The case arose when Novanto asked for shares to an international company that manages mining in Papua, PT Freeport Indonesia, amounting to eleven percent. This case smelled by the public and the news spread everywhere. How dare, Novanto profiteer president's name. Where possible Novanto be fiercely against the regime of President Joko "Jokowi" Widodo ?. Whether the case in question, it will had shattered his life.


With this way, the "interference" of the House of Representatives of continuity in the administration of President Joko "Jokowi" Widodo can be anticipated.




style="display:block"
data-ad-client="ca-pub-4264674960579399"
data-ad-slot="6624418224"
data-ad-format="auto">


photograph by Iwan J Prasetyo

Raden Panji (Part Four)




(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});


The funny thing was, I realize what had been happened when it become too late. The PO which gave to me after he had given the same PO was different at the quantity and items on it, although they had the same PO number. These PO had been printed and given to me twice or three times when Mr. KH went out to the office to do some business. These PO looked like identical each other but they really weren’t same indeed. It would be obvious why I never finished preparing the stuff. I intended to tell this fact to Mr. KH, but I had been exhausted and become sick. I return to my hometown to get medical help and get rest. Telling the truth to Mr. KH would look like to play him against the director.


Above all, me and Mr. KH were good friends. We were classmates when we both went to the university and I want our relationship could be everlasting. I intend to call him and talking about some little things like an old friend. But currently it’s really not the right time to do that.


Now, all I want to do is go to Bangkalan and visit my big family there. Watching the room where my grandfather was born, visiting the house where he was growing up till went across Madura Island to continue his education at Malang, my hometown now. He graduated from AMS Malang at Dutch colonization era. Nowadays this Algemeene Middlebare School becomes to be SMA Negeri 1 Malang. Then he went to Batavia to be a student of STOVIA which now becomes Medical Faculty University of Indonesia. He just only attended STOVIA for a year before he moved to Technische Hogeschool at Bandung which now becomes ITB. He didn’t continue his study as Japanese came to colonize Indonesia at that time. My grandfather became a teacher and retired as a headmaster of SMA Negeri 1 Kediri.


付け帯び リサイクル 生紬 手描友禅 かぶ 野菜 正絹 高級 極上 逸品 美品 中古 入学式 卒業式 入園式 卒園式 七五三 カジュアル y1348


Panasonic ドロワータイプ冷蔵庫 SUR-DG761-3A (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
【部品商品】 電気櫃エバーホット すしシャリ用(中木枠付)NV-35P型 5811100173S Vivitek Projector ランプ Replacement. Projector ランプ Assembly with ハイ クオリティー オリジナル Bulb Insi


photograph by オロビアンコ Orobianco バッグ ARINNA-C NV ネイビー トート K18YG ダイヤモンド ゴールドコイン ネックレス 0.03ct 6.6g 【センター】 (C2130539) 750 18金 イエローゴールド ダイア 1/25 OZ 金貨 エリザベス2世 猫 ボ Hassanudin M Karim CLUCT(クラクト) DOWN JKT 2015 秋 冬メンズ ダウン ジャケット ARIZONA FREEDOM フェザーネックレス【中古】【買取王国】

Best Entry

Cah Ndeso

Seorang sahabat di Norwegia membeli novelku GENGGAMLAH TANGANKU. Aku bingung karena novel itu berbahasa Indonesia. Katanya, tidak masalah, d...