Thursday, December 29, 2016

Penerbit Kanisius

Seorang sahabat peminat novel saya mengirim pesan. Bunyinya adalah mengajak saya untuk bertamu ke Penerbit Kanisius di Jalan Deresan. Singkat cerita, tibalah kami disana, dan ternyata itu adalah pertemuan formal yang sudah dijadwalkan/ada perjanjian untuk ketemu terlebih dahulu. Saya menyesal sekali kesana pakai sandal jepit setipis kerupuk udang.

Kami berbicara panjang lebar disana. Penerbit Kanisius meminta kami untuk membawa novel BERCANDA DALAM DUKA dan novel GENGGAMLAH TANGANKU. Sulit bagi saya untuk bercerita secara detil apa saja yang kami bicarakan. Yang jelas, hati kecil saya berkata bahwa Penerbit Kanisius ini bisa dipercaya.

Di akhir pertemuan, Penerbit Kanisius tertarik untuk mengevaluasi novel pertama saya BERCANDA DALAM DUKA. Saya sudah berterus terang kepada mereka bahwa buku itu sudah saya terbitkan secara self publishing. Eeemmmhhh,...kira-kira itu dulu lah yang bisa saya ceritakan.

Mohon doa dari kawan-kawan semua semoga novel pertama BERCANDA DALAM DUKA itu hasil evaluasinya di Penerbit Kanisius nanti positif sehingga bisa beredar luas. Aamiin yaa mujiibas sailiin.

No comments:

Post a Comment

Best Entry

Cah Ndeso

Seorang sahabat di Norwegia membeli novelku GENGGAMLAH TANGANKU. Aku bingung karena novel itu berbahasa Indonesia. Katanya, tidak masalah, d...