Monday, December 26, 2016

Panji

Sudah sadar seh kalau bikin postingan kayak begini ini rawan memancing pelecehan buatku sendiri. Ning kebetulan aku ora isah ngempet kudu ngguyu. Pengen nyeplos saja. Monggo yang mau ngenyek.

Kebetulan aku mendapatkan gelar keluarga Raden Panji dari sepupu ibuku pewaris Keluarga Besar Kesultanan Bangkalan. Tentu saja hal itu didengarkan kabarnya oleh famili-famili ibuku yang lain. Bisa diduga komen yang beredar di kalangan keluarga bersifat peyoratif atau merendahkan.

Adik ibuku sempat menelpon ibuku hanya untuk mentertawakan aku. Yang paling ringan adalah kerabat dekat yang kebetulan akrab denganku. Dia "cuma" memelesetkan kata "Panji" menjadi "Panci". Benarlah, selama beberapa saat aku diolokin sebagai "Raden Panci". Lha kok sekarang ada lagi Panji yang lain diolokin orang-orang sebagai Panci. Sapa gak kelingan nalika semana dan kudu ngguyu. Dia adalah Panji Pragiwoprakoso, seorang komedian tenar yang mendukung salah satu pasangan Pilkada di DKI Jakarta.

Untuk Om Mek di Bangkalan. Aku tidak akan pernah menyesali gelar keluarga paringan Panjhenengan. Aku sangat berterimakasih sekali karena hal itu akan selalu mengingatkanku pada akar Madura-ku. Itu sangat berarti buatku.

Gelar keluarga itu akan kubawa mati kecuali Panjhenengan mencabutnya sendiri.

Mator saebuh sakalangkong Om Mek.

No comments:

Post a Comment

Best Entry

Cah Ndeso

Seorang sahabat di Norwegia membeli novelku GENGGAMLAH TANGANKU. Aku bingung karena novel itu berbahasa Indonesia. Katanya, tidak masalah, d...