Thursday, September 4, 2014

Tips Dan Trik Belajar di Fakultas Teknik

Belajar adalah sebuah kegiatan nyata. Artinya kita tidak bisa sekedar "membayangkan" atau "berfikir" bahwa kita sedang belajar, akan tetapi kita mesti benar-benar menghadapi sebuah buku atau permasalahan di lapangan dan benar-benar mempelajarinya.. Belajar sama natural atau alaminya dengan kegiatan-kegiatan kita yang lain, seperti makan, minum, berinteraksi dengan orang lain, mendengarkan curhatan teman, atau bahkan buang air besar dan kecil.

Tulisan ini berdasarkan pengalaman penulis belajar di  Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Kebetulan penulis diterima untuk kuliah di Jurusan Teknik Mesin. Penulis berfikir bahwa di Jurusan atau Departemen yang lain pada Fakultas Teknik, kurang lebih pola dan struktur belajarnya adalah sama saja.

Barangkali pengalaman penulis akan berbeda dengan pengalaman mahasiswa yang lain yang kebetulan belajar di Fakultas-Fakultas non eksakta atau ilmu-ilmu sosial. Akan tetapi baik mqahasiswa di Fakultas eksakta dengan Fakultas non eksakta kurang lebih juga hampir sama saja alias mahasiswa dari kedua disiplin ilmu tersebut harus duduk dan belajar menghadapi buku.

Penulis berharap dengan tulisan ini, penulis bisa memberikan motivasi serta tips dan trik untuk belajar menghadapi perkuliahan di Fakultas Teknik umumnya dan tentunya secara umum pada Fakultas-Fakultas yang lain. Akan tetapi penulis tekankan sekali lagi disini bahwa saudara tidak bisa sekedar memikirkan bahwa saudara sedang belajar. Atau sedang menghadapi suatu persoalan saja. Saudara mesti benar-benar menghadapi buku dan duduk mempelajarinya.

Ketika kita sedang berada di usia-usia sekolah dasar, kita tentu telah diajarin oleh bapak atau ibu guru dengan ketrampilan dasar untuk belajar. Kertampilan ini adalah membaca, menulis dan berhitung, atau lebih dikenal sebagai calistung. Utamanya di Fakultas Teknik, ketrampilan untuk berhitung ini berpengaruh sangat besar.

Yang pertama kali harus dilakukan ketika belajar adalah membaca dan memahami pokok-pokok pikiran pada sebuah textbook. Ada banyak metode untuk membaca tergantung dari kebutuhan kita belajar pada saat itu.

Yang pertama adalah membaca sekilas. Dalam metode membaca sekilas ini kita hanya sekilas membaca kata-kata atau frasa dan juga kalimat pada sebuah pokok bahasan dan membandingkan serta memikirkannya dengan judul atau artikel pada bab atau subbab yang terkait. Penulis menganjurkan agar saudara membaca dulu secara sekilas sebelum memulai mempelajari sebuah pokok bahasan secara menyeluruh atau holistik.

Setelah kita membaca sebuah buku secara sekilas mulailah untuk membacanya secara sungguh-sungguh kata demi kata. Memahaminya dengan baik. Dan untuk itu jangan segan-segan meringkas atau membuat ikhtisar tentang sebuah pokok bahasan. Dalam pengalaman penulis pribadi seringkali menuliskan sebuah rumus yang ada pada suatu pokok bahasan akan bermanfaat sekali. Selain itu kita akan membiasakan diri untuk membaca notasi matematika dalam sebuah persoalan.

Penulis tekankan sekali lagi pentingnya menulis dalam tahap belajar ini. Entah itu menulis ringkasan atau membuat sebuah makalah kecil tentang apa yang telah kita pelajari. Menulis adalah sebuah kegiatan psikomotorik halus dan dengan melakukannya kita telah menjaga supaya ilmu yang telah kita pelajari tidak mudah terbang dari genggaman. Barangkali kegiatan meringkas dan membuat makalah singkat ini adalah identik antara mahasiswa yang mempelajari ilmu-ilmu eksakta dengan mahasiswa lain yang belajar pada disiplin ilmu-ilmu sosial.

Tips terakhir yang barangkali tidak bisa dilupakan apabila belajar di Fakultas Teknik adalah jangan segan -segan untuk mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan yang biasanya disertakan dalam akhir setiap pokok bahasan atau sebuah subbab. Pertanyaan-pertanyaan ini biasanya ada pada akhir sebuah bab atau subbab. Tergantung pada buku yang anda baca.

Pertanyaan yang memerlukan ketrampilan hitungan terutama sekali jangan sampai dilewatkan. Cobalah untuk memiliki sebuah kalkulator untuk menghitung. Tentunya kalkulator yang sesuai untuk hitungan saintifik. Tapi toh juga tidak perlu sebuah kalkulator yang sangat mewah. Cukuplah apabila kita memiliki sebuah kalkulator yang dapat dipakai untuk menghitung hitungan secara saintifik secara sederhana. Tentunya jangan kalkulator yang biasa dipakai oleh bakul lombok.

Pertanyaan-pertanyaan teoritis pada akhir sebuah bab atau subbab sebaiknya jangan ditinggalkan pula. Kedua  jenis pertanyaan itu sama pentingnya untuk dikerjakan. Tentunya penulis textbook memiliki maksud tertentu menyertakan pertanyaan=pertanyaan itu. Dan itu terkait sekali dengan pemahaman kita setelah belajar.

Demikianlah tips-tips dan teknik yang penulis gunakan sehingga dapat lulus dari Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Semoga bermanfaat.




No comments:

Post a Comment

Best Entry

Cah Ndeso

Seorang sahabat di Norwegia membeli novelku GENGGAMLAH TANGANKU. Aku bingung karena novel itu berbahasa Indonesia. Katanya, tidak masalah, d...