Saturday, September 6, 2014

Termotivasi Dengan AdSense Karena Mencuri Dengar

Tadi pagi, setelah sarapan, aku berjalan menuju Gelanggang Mahasiswa. Suasanya pagi yang segar di seputaran Yogyakarta membuat hidupku terasa bersemangat. Jarang memang terdengar kicauan burung seperti yang biasa kudengar di Blitar. Tempat tinggalku di Blitar adalah daerah pedesaan sedangkan Yogyakarta yang kutinggali ini merupakan sebuah daerah perkotaan. Memang jarang terdengar suara kicauan burung yang terbang bebas di daerah perkotaan. Tidak hanya di Yogyakarta saja.

Akhirnya setelah beberapa saat aku berjalan kaki, aku tiba di Gelanggang Mahasiswa. Aku menuju ke Kantin Kopma. Biasanya teman-temanku ngumpul disitu. Tapi rupanya aku kepagian karena kantin masih kosong. Aku duduk dan menyalakan laptop. Di kantin kopma memang tersedia stop kontak. Ternyata untuk memanfaatkan fasilitas hotspot di UGM kita mesti mendaftar dulu. Aku belum punya kartu Kagama karena itu aku belum bisa mendaftar. Tapi sebenarnya kata seorang teman siang tadi, kita bisa mendaftar untuk menggunakan fasilitas hotspot UGM dengan bermodalkan nomor mahasiswa. Entahlah,..barangkali Senin ata Selasa depan saja saya urus lagi.

Setelah beberapa lama duduk sendirian, akhirnya ada dua orang membeli sarapan pagi dan duduk di sebelahku. Aku tidak tahu persis mereka itu alumni atau mahasiswa. Aku menyibukkan diriku dengan laptop. Sayangnya tidak satu idepun bisa keluar untuk menulis pada saat itu. Akhirnya aku dapat duduk bengong saja.

Rupanya temanku duduk tadi sedang bercerita dengan temannya perkara bisnis online. Menurutnya hanya itulah peluang yang paling menjanjikan untuk saat ini. Yang satu bercerita pada temannya bawa ada orang yang sampai berpenghasilan sekitar empatbelas juta rupiah sebulan dari menjalankan bisnis online ini. Aku mulai memasang telinga.

Mereka membicarakan sesuatu seperti membuat aplikasi berbasiskan Android sebagai salah satu kemungkinan. Selain itu bisa juga katanya mendapatkan uang dari game. Itu yang baru bagiku. Aku. kurang begitu faham dengan ini. Makanya aku kembali memasang kuping.

Mereka terus membicarakan kemungkinan-kemungkinan untuk menjalankan bisnis secara online. Kembali orang yang saya ceritakan tadi menceritakan salah satu kemungkinan yang lain, yaitu melalui AdSense. Bulu kudukku berdiri karena aku adalah salah satu peserta AdSense. Beratnya, kata teman tadi, kita mesti rajin menulis. Aha,...pikirku.

Aku mulai mencoba membuka percakapan dengan mereka. Sayangnya rupanya mereka merasa kurang nyaman denganku. Mereka akhirnya pergi berlalu. Aku mulai berfikir keras. Orang lain telah memiliki keinginan untuk berbisnis melalui AdSense. Dan hasilnya cukup menjanjikan. Mestinya aku mesti bersyukur karena telah memulainya. Di-approve oleh AdSense saja sebenarnya adalah sebuah kemenangan besar. Tinggal aku yang mestinya menjaganya dengan terus mengirimkan tulisan-tulisan bermutu dan mematuhi aturan-aturan yang ditetapkan oleh AdSense. Tinggal konsistensi kupikir yang perlu kulakukan saat ini.

Keasyikan menulis sudah aku punyai. Kadang-kadang terbersit kekhawatiran aku akan kehabisan ide. Sejak dulu kekhawatiran itu selalu muncul. Tapi pada akhirnya selalu saja aku menemukan ide untuk menulis. Dan itu telah berlangsung selama beberapa waktu yang berjalan ini. Mestinya aku tidak perlu takut untuk kehabisan ide. Hidup itu sendiri sudah merupakan kegiatan menantang yang akan selalu memunculkan ide-ide baru.


No comments:

Post a Comment

Best Entry

Cah Ndeso

Seorang sahabat di Norwegia membeli novelku GENGGAMLAH TANGANKU. Aku bingung karena novel itu berbahasa Indonesia. Katanya, tidak masalah, d...