Saturday, September 6, 2014

Suasana Kota Yogyakarta yang Kurasakan Saat Ini

Tadi pagi aku berjalan kaki dari rumah Om-ku di Sawitsari untuk menuju Gelanggang Mahasiswa UGM. Aku merasakan perjalanan pagiku kali itu sungguh berbeda dari sebelum-sebelumnya. Betapa tidak, sekarang aku telah menetapkan diri untuk tinggal di Yogyakarta. Aku tidak tahu esok bagaimana nanti, tapi yang jelas aku merasa bahwa suasana Kota Yogyakarta sungguh nyaman.

Aku melihat bapak-bapak penjual koran. Aku sempat ditawari juga. Tapi aku tidak punya cukup uang untuk membeli. Demikian pula aku sempat melihat mBak mBak di perempatan Kentungan. Dia berdandan seperti seorang penari. Ada bekal minuman sebotol besar di bawah lampu merah. Demikian pula ada seonggo tas yang diselampirkan seenaknya di pembatas jalan. Itu adalah sebuah jalan poros di Yogyakarta. Orang-orang mengenalnya sebagai Ring Road Utara. Aku tidak tahu apa yang dilakukan mBak tadi di Perempatan Kentungan. Mestinya ya sekitar-sekitar mencari uang dari orang yang berbelas kasihan di tengah jalan.

Selepas Pos Polisi Depk aku melihat beberapa petugas kampus sedang memotong dahan-dahan pohon besar di wilayah yang menghutan di sebelah utara Gedung Pusat UGM. Rupanya penertiban pohon-pohon besar di seputaran UGM benar-benar dilaksanakan. Apabila dahan itu sampai patah dan menimpa orang atau kendaraan dibawahnya tentulah berakibat serius. Hal itu pernah terjadi di dekat Gedung Pusat dan meminta korban jiwa seorang mahasiswa Pertanian yang sedang belajar. Dia belajar di pelataran Gedung Pusat. UGM tentu saja mendapat kritik yang keras oal ini dari masyarakat dan alumninya. Bagaimana tidak...? UGM mempunyai Fakultas Kehutanan yang memiliki ilmu soal itu. Rupanya UGM benar-benar menertibkan pohon-pohon yang dimilikinya sekarang. Alhamdulillah,..semoga tidak lagi meminta korban jiwa.

Melewati Gedung Grha Sabha Pramana aku melihat kesibukan para mahasiswa dan mahasiswa baru. Merka sedang melakukan Opspek. Aku ingat bertahun-tahun yang lalu aku juga melakukan kegiatan serupa itu. Dulu aku ikut Opspek juga. Kesanku tentang Opspek minim sekali, seperti lewat begitu saja. Mungkin kegiatan ini memang perlu agar mahasiswa baru belajar bersosialisasi dengan lingkungan universitasnya. Kulihat banyak sekali anggota masyarakan yang menonton kegiatan Opspek di halaman Grha Sabha Pramana itu. Sekedar iseng mungkin,....

Aku melihat dan merasakan suasana jalan sepanjang perjalananku sungguh manusiawi. Ada beberapa sampah kecil yang terserak sedikit di jalan. Entah kenapa aku merasakan hal itu sebagai sesuatu hal yang manusiawi. Beberapa tahun yang lalu aku sempat juga datang ke kota ini. Jalanan waktu itu sungguh sangat bersih. Bahkan sebuah bungkus permen saja tidak nampak tertinggal di jalan. Entah kenapa aku merasakan suasana atau keadaan seperti itu justru terkesan kaku dan formal. Bagusan sekarang rasanya. Bersih tapi tetap manusiawi. Entahlah apa yang kumaksud dengan manusiawi disini. Enak sajalah dipandang dan dirasakan.

Aku akan tetap mencintai kota ini.

No comments:

Post a Comment

Best Entry

Cah Ndeso

Seorang sahabat di Norwegia membeli novelku GENGGAMLAH TANGANKU. Aku bingung karena novel itu berbahasa Indonesia. Katanya, tidak masalah, d...