Thursday, September 4, 2014

MOTIVASI UNTUK MENDAPATKAN PENGHASILAN DARI AdSense

Siang ini aku datang kembali ke Kediri. Sengaja datang dari Blitar karena KA Kahuripan yang akan kutumpangi menuju Yogyakarta memang memulai perjalanannya dari kota ini. Banyak kesan bagiku terhadap Kota Kediri, terutama karena teman-teman dekatku banyak yang bermukim di kota ini. Salah satunya adalah teman yang mengajariku dan membuka wawasanku tentang berbagai bisnis atau cara mendapatkan uang secara online.

Beberapa tahun yang lalu, dia mengajariku untuk membuat blog dan me-monetize-nya. Blog-ku inilah hasilnya. Setelah sekitar dua tahunan menulis blog akhirnya blog-ku ini di-approve oleh AdSense. Tentunya aku berbahagia sekali karena hal itu berarti aku mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan uang dari blog yang telah kubuat ini.

Temanku itu menasehatiku untuk selalu bersyukur karena tidak semua blog bisa di-approve oleh Google AdSense. Aku termasuk blogger yang beruntung. Dia hanya menyayangkan kenapa aku jarang menulis di blog-ku. Padahal menurutnya ini sudah peluang emas. Tentunya peluang atau kesempatan untuk mendapatkan penghasilan dari Google AdSense. Tidak terlalu banyak orang yang mendapat kesempatan begitu dari AdSense.

Kesempatan emas ini seharusnya dimanfaatkan, demikian kata temanku. Sayang kalau blog-nya jarang diisi. Semakin sering kita mengisi blog kita maka traffic blog kita akan semakin tinggi. Semakin beraneka ragam tulisan kita, maka kemungkinan orang untuk membacanya akan semakin tinggi. Kembali dia menekankan padaku untuk kerap menulis di blog.

Masih menurut temanku, keunggulan blog-ku adalah pada isinya yang unik. Atau dalam peristilahan para blogger disebut unique content. Biasanya orang ingin secara instan bisa di-approve oleh AdSense, karena itu mereka melakukan by pass dengan cara kopi paste. Dan ini tidak pernah kulakukan.

Saran temanku adalah mencoba untuk membuat mnimal dua artikel per hari. Tentu saja aku berkerut kening. Kadang-kadang mendapatkan inspirasi untuk menulis itu susah sekali. Terus terang saja. Ya tidak usah nulis yang ideal-ideal, demikian kata temanku. Idealisme diperlukan supaya kita tidak keluar dari sistem nilai yang ada di dalam masyarakat,....termasuk netizens,....yakni masyarakat pengguna internet. Tapi kita tidak hidup dalam dunia ideal,..melainkan dunia pragmatis. Tulislah apa yang bisa kita tulis.

Tulisan itu dapat berupa pemikiran kita,opini kita, harapan kita atau apalah terutama yang dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Well,...why not,...?


No comments:

Post a Comment

Best Entry

Cah Ndeso

Seorang sahabat di Norwegia membeli novelku GENGGAMLAH TANGANKU. Aku bingung karena novel itu berbahasa Indonesia. Katanya, tidak masalah, d...