Monday, August 4, 2014

Arti Sebuah Laptop Baru

Apakah arti sebuah laptop bagimu kawan...? Bagiku pribadi sebuah laptop berarti sangat banyak. Dengan laptop aku bisa menulis blog, mulai belajar AutoCAD dan aplikasi-aplikasi yang lainnya. Aku ingat temanku pernah bercerita bahwa ada seorang rekan yang berhasil merancang sebuah pabrik manufaktur besar hanya dengan bermodalkan Excel release tahun 1995. Itulah kenapa sebuah laptop sangat berarti banyak bagiku.

Aku juga berkeinginan untuk mulai belajar bahasa pemrograman dengan laptop-ku ini. Sebuah laptop sederhana dengan spesifikasi yang tidak luar biasa. Termasuk jenis Low End tapi masih sangat bermanfaat bagiku yang awam komputer ini.

Low End adalah istilah untuk spesifikasi komputer yang sudah termasuk ketinggalan spesifikasinya. Istilah yang lainnya adalah Middle End dan High End. Middle End merujuk pada spesifikasi komputer yang tidak terlalu tertinggal dibandingkan dengan Low End, tapi masih kalah dibandingkan dengan spesifikasi High End.

Laptop dengan prosesor Dual Core Pentium ini kudapatkan dari toko komputer milik temanku di Malang. Sengaja aku jauh-jauh datang dari Blitar ke Malang sengaja untuk membeli komputer di toko kawanku itu.

Ketika datang di toko kawanku itu aku sangat terkejut karena kondisinya sudah berbeda dibandingkan dengan terakhir kali aku datang bertamu disana. Sekarang toko itu hanya menyediakan satu saja merek laptop. Buatan Indonesia. Kebetulan saat itu disana hanya menyediakan dua buah laptop saja. Satu yang kubeli dan akhirnya kupakai menulis postingan ini, dan yang sebuah lagi berspesifikasi Celeron.

Akhirnya jatuh pilihanku pada komputer ini sesuai dengan kondisi kantungku saat itu. Sebenarnya aku ingin memiliki laptop dengan spesifikasi yang sedikit lebih baik. Semacam Core 2 Duo atau semacamnya lah. Tapi saat itu hanya ini yang tersedia disana. Dan aku memang ingin melariskan toko temanku itu. Sebagai tanda sebuah persahabatan.

Aku dapat membeli laptop ini karena kebun sengon milik almarhum ayahku panen. Sebagian besar uangnya untuk memperbaiki rumah ibu di Malang. Dan aku meminta sebuah laptop kepada ibuku. Alhamdulillah, permintaanku dikabulkan oleh ibu.

Aneh memang seorang Sarjana Teknik sampai tidak menguasai komputer dan software-software pokoknya. Tapi memang demikianlah keadaanku saat ini. Dengan laptop ini aku akan merintis jalan supaya lebih layak menyandang sebutan sebagai Sarjana Teknik.

Aku ingat ketika kemarin mencoba belajar menggambar menggunakan AutoCAD. Hasil gambarku akhirnya hanyalah sebuah bentukan jendela yang “lucu”. Sayangnya lucunya gambarku bukannya by design tetapi benar-benar by accident karena tidak menguasai AutoCAD lagi. Aku memang mendapatkan pelajaran menggambar Teknik menggunakan AutoCAD ketika masih kuliah. Akan tetapi semua itu sudah lama berlalu.

Aku ingat sekarang betapa kakunya tanganku waktu menggambar kemarin itu. Tapi aku tahu, semakin banyak berlatih tentu keterampilanku akan menjadi semakin lebih baik. Aku juga menyadari bahwa tidak mungkin aku menjadi mahir bekerja menggunakan komputer hanya dengan belajar sekilas saja. Tentu sebagaimana bentuk belajar yang lain, mempelajari penggunaan komputer membutuhkan ketekunan, kesabaran dan ketelatenan. Dan aku bersedia bersusah-payah untuk itu. Bermain menggunakan komputer membawa kesenangan baru bagiku.

Aku tahu, dengan memiliki laptop ini akan membuka cakrawala baru bagi pengetahuan dan keterampilanku. Dan aku sedang memulainya. Never too old to learn. Itu aku percaya betul. Aku mesti lebih banyak bersyukur.

No comments:

Post a Comment

Best Entry

Cah Ndeso

Seorang sahabat di Norwegia membeli novelku GENGGAMLAH TANGANKU. Aku bingung karena novel itu berbahasa Indonesia. Katanya, tidak masalah, d...