Wednesday, July 30, 2014

Pulang Ke Kampus Teknik

Berat rasanya menuliskan ini. Tapi memang sudah keputusanku untuk sementara waktu meninggalkan Blitar, tanah kelahiranku. Artinya aku juga meninggalkan peternakan ayam dan itik manilaku disana. Aku memang sudah terlanjur cinta dengan ayam dan itik manila. Sepertinya memang lebih baik begini.

Aku akan mengadu untung di Yogyakarta. Kota itu adalah tempat aku menyelesaikan pendidikan tinggiku. Aku kuliah di Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada. Sembilan tahun lebih aku menyelesaikan pendidikan tinggiku disana. Untuk sementara,...atau mungkin bahkan selamanya,....aku akan aktif bertemu dengan teman-teman di grup facebook kampung-UGM dan KAGAMA Virtual.

Rasanya sedih meninggalkan ternak-ternakku di Blitar. Tapi ini mungkin adalah sebuah pilihan yang baik. Setidaknya aku tidak bakalan kelaparan di Yogyakarta. Aku bisa numpang tinggal dan makan pada sepupu ibuku di Sawitsari. Selama sebulan aku tinggal bersama mereka sebelum puasa aku tidak mendapatkan sedikitpun perasaan ditolak atau diabaikan.

Aku ingin kembali belajar di Fakultasku. Tentu saja tanpa biaya. Aku sudah minta izin kepada mantan dosenku untuk kembali mengikuti kuliah di kampus. Tentusaja dengan cara tidak tercatat sebagai mahasiswa. Aku sudah berjanji untuk tidak mengganggu proses belajar mengajar dan akan mengikuti kuliah dengan tertib. Tentu saja aku tidak akan mengikuti ujian. Wong sekedar nebeng kok.

Selain itu aku ingin aktif mengikuti klub English pada himpunan mahasiswa sastra Inggris di UGM. Selain itu aku juga akan mengikuti klub English pada Mechanical Engineering English Club di Jurusanku sendiri. Jurusan Teknik Mesin UGM.

Aku akan mencari info dan mengikuti kegiatan pelatihan bahasa pemrograman yang dilangsungkan di kampusku. Aku percaya itu akan banyak gunanya. Aku juga ingin sekali membuka buku kembali dan memulai mempelajari kuliah-kuliahku dulu. Aku tertarik untuk mengikuti beberapa matakuliah di Teknik Elektro dan Teknik Sipil. Karena itu aku akan menghubungi dulu bapak ketua jurusan disana untuk memohon diperkenankan mengikuti kuliah.

Apabila kegiatanku sudah berjalan beberapa lamanya aku akan mencoba melamar sebagai tentor pada lembaga bimbingan belajar seperti Primagama atau yang lainnya yang banyak terdapat di Yogyakarta. Kupikir dengan begitu aku akan belajar bertahan hidup.

Aneh memang, seorang lulusan Teknik Mesin dari universitas ternama di Indonesia sampai tidak kumanan pekerjaan. Itu terjadi karena memang kemampuanku minim sekali. Sekarang saatnya untuk memperbaiki kualitas diriku sendiri. Terutama di bidang Teknik. Kalau tidak pulang ke kampus terus bagaimana lagi......?

No comments:

Post a Comment

Best Entry

Cah Ndeso

Seorang sahabat di Norwegia membeli novelku GENGGAMLAH TANGANKU. Aku bingung karena novel itu berbahasa Indonesia. Katanya, tidak masalah, d...