Thursday, June 27, 2013

Friday, September 18th 1998.

Metamood   = kesadaran seseorang mengenai emosi-emosinya sendiri.
Metakognisi = kesadaran seseorang mengenai proses berfikir.

Kesadaran Diri memnacu pada perhatian seseorang yang bersifat introspektif dan bercermin pada diri akan pengalamannya. Kadang-kadang disebut kepekaan.

Temperamen dapat dirumuskan sebagai suasana hati yang mencirikan kehidupan emosional kita. Hingga tahap tertentu, kita masing-masing mempunyai kisaran emosi sendiri-sendiri. Temperamen merupakan bawaan sejak lahir.

Bisakah seorang anak yang menurut bawaannya pemalu tumbuh menjadi orang dewasa yang lebih percaya diri?

Orangtua yang setahap demi setahap merekayasa pengaslaman-pengalaman yang membesarkan hati anak akan memberikan sesuatu yang mungkin akan bisa mengoreksi rasa takut itu seumur hidup.

Karena aku sekarang sudah dewasa, maka aku dapat menjadi orang tua bagi diriku sendiri. Aku bisa merekayasa pengalaman-pengalaman yang setahap demi setahap akan menguasai rasa takut alamiahku.

September 16th, 1998.

Hendaklah kamu ber'amar ma'ruf bernahi munkar. Jika tidak, maka Allah akn menjadikan penguasamu orang-orang yang paling jahat diantara kamu. Kemudian orang-orang yang baik diantara kamu berdo'a, tetapi do'a mereka tidak dikabulkan.  (HR Abu Dzarr al Ghifaari)


Remaja Pancasila
by: Budiman BJ

Secerah gairah pagi mentari ceria.
Kau adalah sgalanya, tumpuan bangsa dan negara.
Tiada lain kau remaja, sadarkah engkau..
dipundakmulah tersemat tugas luhur dan suci...
Sudahkah kau tanya di hatimu
tentang penabdianmu pada pertiwi

Jadilah manusia Indonesia seutuhnya.
Landasi jiwamu dengan Pancasila
Bekal pengabdianmu pada pertiwi


Dewi Murni
by Sariwono/M. Sanip

Dewi murni berkembenkan sutra ungu
Melambai meriah rasa.
Semerbak memenuhi angkasa beraling biru.

Dibaliknya awan, membayang pelangi beraneka warna.
Menantikan sang dewi murni, turun bnermandi di tlaga dewa.

Kuntum bunga semua serentak mekar menyebar wangi.
Untuk menyambut dewi murni
bertitik pelangi turun mandi

Best Entry

Cah Ndeso

Seorang sahabat di Norwegia membeli novelku GENGGAMLAH TANGANKU. Aku bingung karena novel itu berbahasa Indonesia. Katanya, tidak masalah, d...