Saturday, August 4, 2012

Tuesday, September 15th 1998.

Kemarin malam rasanya tenagaku habis. Tapi rasanya sekarang sudah kembali lagi. Alhamdulillah.

Kemarin malam aku nyobain Yamie Ayam. Enak juga. Bumbunya lebih sederhana dibandingkan dengan punyanya Pak Wie. Rupanya kalau punyanya Pak Wie dikasih ebi segala.

Aku mau ke kampus, lihat apakah weselku sudah datang apa belum. Kurasa kinerjaku semester ini semakin bagus. Padahal semester kemarin aku juga merasa begitu. Kesimpulanku, kinerjaku memang mengalami progress dari waktu ke waktu. Syukurlah.....

Programku untuk selalu memakai sandangan yang resik dan rapi juga berjalan dengan baik. Sekarang aku sedang memikirkan kata-katanya dr. Yuni tempo dahulu. Aku cenderung untuk enda kalau orang berusaha untuk mendekatiku. Aku akan coba melihat nanti, bagaimana yang sebaiknya. Aku belum punya gagasan, bagaimana yang sebaiknya. Tapi aku mencoba untuk "in" dengan masalah itu.

Mbak Firda tampaknya sudah bulat tekadnya untuk pergi ke Jakarta. Pak Chairil tampaknya dingin-dingin saja. Mungkin sebenarnya beliau agak keberatan.

Sekarang aku harus yakin bahwa aku memang bisa mengatasi tantangan-tantangan yang muncul dari kuliah-kuliahku. Aku percaya bahwa semua ini bisa diatasi. Kudengar Emperor Waltz nya Strauss di tape-ku. Ya.....berjalanlah seperti seorang pemenang. Berfikir seperti pemenang dan bertindak seperti pemenang. Pemenang dalam hidup dan kehidupan.

Friday, August 3, 2012

Fermy's Diary Opening

Diary Book
September 1998

Hidup adalah Mencintai,
Hidup adalah Memahami,
Hidup adalah Memberi,
dengan kasih sayang
tanpa terlena.

Fermy Nurhidayat
Teknik Mesin FT-UGM
Grafika St, Yogyakarta.

Best Entry

Cah Ndeso

Seorang sahabat di Norwegia membeli novelku GENGGAMLAH TANGANKU. Aku bingung karena novel itu berbahasa Indonesia. Katanya, tidak masalah, d...