Thursday, April 19, 2012

Bercanda Dengan Teman Aussie

  Peristiwa ini terjadi bertahun2 yang lalu. Waktu itu aku bekerja di sebuah vendor Oil and Gas Company di daerah Jakarta Barat. Salah satu produk yang kami tawarkan kepada kastemer kami adalah software untuk digunakan di bidang perminyakan. Mulai dari drilling sampai eksplorasi. Bahkan saat itu kami juga menawarkan software untuk simulasi perilaku reservoir di lapangan pengeboran.
  Salah satu principal kami adalah SPT Group, sebuah perusahaan software dari Norwegia. Aku tidak pernah melupakan saat2 menyenangkan bersama mereka. Aku sering bertemu dengan Francesco Falsini, seorang Italia, yang bekerja sebagai General Manager perusahaan itu. Beliau ditempatkan di kantor Kuala Lumpur. Dia suka mengolokku sebagai "Italia palsu", sedangkan dia sendiri adalah "Italia asli". Namaku, Fermy, memang nama Italia, padahal aku orang Madura. Menggelikan memang....
  Pada suatu hari, SPT Group akan mengikuti pameran produk2 peralatan yang akan ditawarkan pada perusahaan2 minyak yang ada di dunia. Perwakilan dari Aramco Arab Saudi dan Petrogulf dari Mesir juga akan datang. Selain itu, perusahaan2 besar lainnya dari berbagai belahan dunia juga akan ikut hadir. Itu memang event internasional.
  Pameran itu diadakan di Hotel Four Seasson Jakarta. Aku sudah lupa tempat pastinya saat ini. Entah itu di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, atau Jakarta Selatan. Tibalah saat pameran, pengamanan waktu itu super ketat katena hantu teror bom masih menghantui Jakarta. Seingatku pameran itu dilaksanakan pada Bulan September 2009. Atau mungkin tahun 2008 ya,..? Aku sudah lupa...
  Pagi2 kami menyiapkan booth untuk SPT Group. Saya membantu Andrew dan Agnes. Andrew Paterson berasal dari Sydney, Australia sedangkan Agnes Scott adalah seorang Norwegia yang tinggal di Houston, Texas. Sampai sore kami menjaga booth itu. Berkenalan dan berdiskusi dengan teman2 dari perusahaan minyak seluruh dunia.
  Aku suka sekali menggoda Andrew dan Agnes untuk memancing tawa. Ternyata memancing tawa bule itu mudah kok. Aku pura2 bertanya pada Andrew, "Andrew, is that true that in Australia, even a little children speaks English?". Maksudnya aku pengen tahu apakah anak kecil di Australia berbicara dalam bahasa Inggris. Tentu saja Andrew kebingungan dengan pertanyaan saya. "Of course", jawabnya keheranan, "Why did you ask?", lanjutnya masih penasaran.
  Kukatakan padanya, "That's wonderful you know?", kataku geli merasa umpanku mengena. Kemudian kulanjutkan, "It's difficult in Indonesia to find a child speaking English". Maksudnya, aku menganggap hal itu luar biasa karena sangat jarang anak kecil berbicara bahasa Inggris di Indonesia. Agnes tertawa terbahak2, demikian pula Andrew, sobat baruku itu.
  Menjelang siang, booth kami didatangi oleh teman2 Andrew dari Australia. Ada Dora Lucano yang berkebangsaan Australia tapi berdarah Italia, Derek Fowler, dan masih banyak lagi. Andrew memperkenalkanku pada mereka. "This is my friend, Fermy,...He's a comedian", katanya bercanda. Teman2 Andrew tertawa mendengar itu, tapi aku tidak mau kalah. "Yeah,..I'm a comedian and you are my scriptwriter..", kataku padanya. Kali ini teman2 Andrew tertawa lebih kencang lagi. Dan kulihat wajah Andrew menjadi ungu.
  Untuk menggodaku Andrew memperkenalkanku sebagai seorang pelawak kepada temam2nya dari Australia. Kubalas dengan mengatakan pada mereka kalau aku ini pelawak maka Andrew lah si penulis skrip-nya. Senang sekali mempunyai banyak teman dari berbagai bangsa....


No comments:

Post a Comment

Best Entry

Cah Ndeso

Seorang sahabat di Norwegia membeli novelku GENGGAMLAH TANGANKU. Aku bingung karena novel itu berbahasa Indonesia. Katanya, tidak masalah, d...