Sunday, March 18, 2012

Kerinduan Terhadap Ibu

  Begitu banyak kenang-kenanganku tentang Ibuku. Yang sederhana, lembut dan ta'at beribadah. Saat ini aku berada di Balikpapan untuk bekerja pada sebuah perusahaan machining dan fabrikasi, dan kerinduan pada Ibuku begitu kuat meruyak sampai ke dasar hati.
  Ibuku putri seorang bangsawan Madura,..tapi kesederhanaannya sungguh menggugah hati. Beliau tabah menjalani hari-harinya yang sulit,..dan tidak merasakannya sebagai suatu penderitaan.
  Pernah dalam suatu percakapan telpon dengan Ibu, aku berkata padanya,.."Biar besok-besok aku mati lebih dulu dari Ibu saja ya Bu,....aku tidak sanggup hidup tanpa Ibu". Ibuku menjawab,"Kamu ini ngomong apa Nak,..?".
  Dulu, waktu aku masih bekerja di Jakarta ikut sebuah perusahaan Aussie, aku pernah meminta Ibuku untuk mempaketkan saja buku-buku bacaanku di kamar. Jumlahnya mungkin ratusan,..dari buku tentang hal-hal yang remeh temeh sampai buku-buku serius yang sulit dibaca. Aku meminta hal itu pada Ibu karena ada perpustakaan partikelir di daerah Ciputat yang mau menyewakan buku-bukuku sebagai tambahan koleksi. Kupikir itu lumayan buat tambahan uang sakuku.
  Ibuku menolak dengan keras permintaanku. Alasannya beliau sudah tua,..tidak kuat ngangkat-ngangkat paket ke Kantor Pos. Aku bersikeras pada Ibu supaya memenuhi keinginanku,"Kan bisa minta tolong pada adik?". Begitu alasanku pada Ibu.
  Ibuku tetap menolak,... Pokoknya TIDAK dan tetap TIDAK,..kata Ibuku. Akhirnya aku mengalah, aku tidak mau bersitegang dengan Ibuku. Lamaaa,..kemudian aku baru tahu alasan Ibuku yang sebenarnya. Ketika beliau sudah lelah memasak dan membersihkan rumah, beliau biasa berbaring di dipanku sambil membaca buku-bukuku sampai jatuh tertidur. Hal itu katanya dilakukan untuk mengobati kerinduannya padaku. Anak lelakinya yang pergi jauh untuk bekerja dirantau orang.
  Setelah tahu alasan yang sebenarnya dari Ibuku, aku jadi terharu. Aku bersyukur tidak ngeyel padanya untuk memenuhi keinginanku.
  Pernah ada pengalaman menarik bersama Ibuku,...aku bilang pada Ibuku sudah saatnya aku memiliki seorang istri,..TAPI tabunganku belum cukup,...begitu kataku pada Ibuku. Kemudian Ibuku bilang padaku,"Jangan sekali-kali bilang TAPI Nak,...karena ucapan TAPI itu membatalkan doa".
  "Kok Ibu yakin sekali?", tanyaku,"Apa alasan Ibu bilang seperti itu?", lanjutku.
  "Ibu baca dari bukumu 'Law of Attraction' dan 'The Secret' Nak", kata Ibuku." Bukankah buku itu berasal dari Shahifah Ibrahim yang ditemukan di Laut Tengah oleh orang2 Barat dan kemudian mereka mempelajari dan mengamalkannya?.
  Astagfirullah,....aku pemilik buku itu,..tapi Ibuku yang mendapatkan hikmah darinya,... Subhanallah,...

No comments:

Post a Comment

Best Entry

Cah Ndeso

Seorang sahabat di Norwegia membeli novelku GENGGAMLAH TANGANKU. Aku bingung karena novel itu berbahasa Indonesia. Katanya, tidak masalah, d...